Sabtu, 15 Maret 2008

JADIKAN HIDUP INI PENUH ARTI

JADIKAN HIDUP INI PENUH ARTI

Jadikanlah hidup ini penuh arti...
Marilah belajar terus tanpa henti...
Diatas langit ada langit...

Sementara bumi masih berputar ilmu pengetahuan terus berkembang...
Tidak ada Istilah orang yang jenius, Yang ada hanyalah orang yang terlatih dan orang yang tidak terlatih.....
Kemana kita menuntun, kesanalah mereka menuju
Kemana mereka menuju, disanalah mereka menjadi

Bagaimana mereka menjadi, seperti itulah bangsa ini adanya
Masa Depan Bangsa ini, tergantung kemana kita arahkan anak-anak menuju…
Jangan salah arah, karena begitu kita melepas….

Mereka akan terbang bagaikan anak panah lepas dari busurnya….
If you plan for a year, plant a seed.
If for ten years, plant a tree.
If for a hundred years, teach the people.
When you sow a seed once, you will reap a single harvest.
When you teach the people, you will reap a hundred harvest

ANDA PERLU TAHU, bahwa :

Sampai sekarang Intelligent Quotience (IQ) masih menjadi tolok ukur untuk menentukan kecerdasan logika matematika dan kemampuan berbahasa. Keduanya hanya meng-gambarkan keluarga dan IQ hanya menyumbang 10% atas keberhasilan seseorang. Mungkin Anda tak percaya, misalnya nilai rapor Anda jeblok dan banyak merahnya, tetapi sebenarnya Anda itu PINTAR. Kalau Anda merasa tidak pintar juga dalam bidang-bidang tertentu, yakinlah bahwa kecerdasan Anda sesungguhnya itu masih TERSEMBUNYI, hal ini dikarenakan Anda sibuk bekerja keras menghidupi diri sendiri. Menurut psikolog Howard Gardner, setiap orang memiliki sembilan kecerdasan meskipun dengan tingkat yang berbeda-beda yaitu :

(1) Word Smart; pandai mengolah kata-kata.
(2) Picture Smart; pandai mempersepsi apa yang dilihat. kinerja otak kiri dan otak kanan
(3) Music Smart; pandai dan peka dalam hal musik.
(4) Body Smart; pandai dalam keterampilan olah tubuh dan gerak.
(5) Logic Smart; pandai dalam sains dan matematika.
(6) People Smart; pandai memahami pikiran dan perasaan orang lain.
(7) Self Smart; pandai dan peka dalam mengenali emosi diri sendiri.
(8) Nature Smart; pandai dan peka dalam mengamati alam.
(9) Existence Smart; pandai dan peka akan makna keberadaan manusia dalam hidup ini. (Kuan-Tzu, 551-479 BC)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

masa iya